Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sejarah ditemukannya Busi Sepeda Motor

Sejarah busi pada sepeda motor bermula pada tahun 1839, ketika pembuat alat perkakas asal Inggris, Joseph R. Lucas memperkenalkan busi pertamanya untuk mesin uap. Pada awal abad 20, busi elektrik mulai diterapkan pada kendaraan bermotor, termasuk sepeda motor.

 

contoh busi motor

 



Pada tahun 1903, sepeda motor pertama, "Werk-Pedelec" diproduksi di Jerman. Busi yang digunakan pada saat itu adalah busi kapasitor, yang memerlukan arus AC untuk membakar campuran bahan bakar dan udara.

Setelah itu, busi telah mengalami banyak perkembangan dan peningkatan dalam efisiensi dan daya. Pada tahun 1910, busi ganda dikembangkan untuk meningkatkan output tenaga dan efisiensi bahan bakar.

Pada tahun 1950-an, busi transistor mulai digunakan untuk membantu kendali sistem pengapian sepeda motor. Ini membawa peningkatan besar dalam kinerja dan kestabilan sistem pengapian.

Sampai sekarang, busi tetap menjadi bagian penting dari sistem pengapian sepeda motor. Tergantung pada jenis sepeda motor, busi yang digunakan bisa berbeda-beda, seperti busi NGK, Denso, Bosch, dan lain-lain. Busi modern sekarang lebih efisien dan memiliki daya tahan yang lebih baik dibandingkan dengan busi sepeda motor tahun 1950-an.

Pada tahun 1990-an, teknologi busi mulai berkembang dengan cepat, dengan adanya busi platinum dan busi iridium. Busi ini memiliki daya tahan yang lebih baik dan memiliki sifat anti-karat, sehingga lebih cocok untuk digunakan pada lingkungan berdebu dan basah.

Pada tahun 2000-an, busi ion elektron mulai diterapkan pada sepeda motor modern. Busi ini menggunakan arus elektron untuk membakar bahan bakar dan udara, sehingga lebih efisien dan memiliki hasil pembakaran yang lebih baik.

Sekarang, busi elektronik (EFI) telah menjadi standar bagi sepeda motor modern. Sistem EFI memungkinkan pengendalian yang lebih presisi dan lebih cepat terhadap campuran bahan bakar dan udara, sehingga meningkatkan efisiensi bahan bakar dan meminimalkan emisi gas buang.

Dengan berkembangnya teknologi, busi sepeda motor terus mengalami perkembangan dan peningkatan dalam hal efisiensi, daya, dan kinerja. Namun, busi tetap menjadi bagian penting dari sistem pengapian sepeda motor dan terus memainkan peran krusial dalam memastikan kinerja yang baik dari sepeda motor.


Selain itu, busi juga memainkan peran penting dalam memastikan keselamatan berkendara. Busi yang buruk dapat menyebabkan masalah pada sistem pengapian, seperti misfire (tidak terbakar sempurna) dan kendaraan yang sulit untuk diawali. Ini dapat menurunkan kinerja kendaraan dan bahkan menimbulkan bahaya bagi pengemudi dan penumpang.

Oleh karena itu, penting untuk memastikan busi sepeda motor dalam kondisi yang baik dan dalam jangka waktu yang tepat diganti. Interval penggantian busi bervariasi tergantung pada jenis sepeda motor dan kondisi lingkungan. Namun, rata-rata, busi harus diganti setiap 20.000-40.000 kilometer atau setiap 2-4 tahun.

Dengan mempertahankan busi sepeda motor dalam kondisi yang baik, Anda dapat memastikan kinerja yang baik dari kendaraan Anda dan menghindari masalah pada sistem pengapian. Ini juga memastikan keselamatan berkendara dan membantu meminimalkan emisi gas buang.

1 komentar untuk "Sejarah ditemukannya Busi Sepeda Motor"

  1. Bagian yang paling pertama dicek kalo motor mogok, hehehe

    Sebagai laki-laki, aku ga banyak ngerti masalah motor sih. Tapi minimal, biar bisa keliatan keren, wajib banget tau cara bongkar pasang busi.

    BalasHapus